{"id":3218,"date":"2024-07-10T10:56:18","date_gmt":"2024-07-10T10:56:18","guid":{"rendered":"https:\/\/dklpt.or.id\/?p=3218"},"modified":"2024-07-10T10:56:19","modified_gmt":"2024-07-10T10:56:19","slug":"puslitbang-lektur-khazanah-kemenag-ri-sosialisasi-tanda-layak-buku-agama-madrasah-di-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dklpt.or.id\/en\/puslitbang-lektur-khazanah-kemenag-ri-sosialisasi-tanda-layak-buku-agama-madrasah-di-aceh\/","title":{"rendered":"Puslitbang Lektur Khazanah\u00a0Kemenag RI Sosialisasi Tanda Layak Buku Agama Madrasah di Aceh"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>BANDA ACEH&nbsp;<\/strong>&#8211; Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Lektur Khazanah Keagamaan Kemenag RI menyelenggarakan sosialisasi penilaian dan&nbsp;<a href=\"https:\/\/aceh.tribunnews.com\/tag\/tanda-layak\">tanda&nbsp;layak<\/a>&nbsp;<a href=\"https:\/\/aceh.tribunnews.com\/tag\/buku-agama\">buku&nbsp;agama<\/a>&nbsp;pada madrasah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan ini digelar di Solong Kopi, Banda&nbsp;<a href=\"https:\/\/aceh.tribunnews.com\/tag\/aceh\">Aceh<\/a>, Selasa (14\/5\/2024) sejak pagi hingga sore.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan ini diisi Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI)\u00a0<a href=\"https:\/\/aceh.tribunnews.com\/tag\/aceh\">Aceh<\/a>, Prof Dr Hasbi Amiruddin.\u00a0Kemudian Nurrahmah, Endang Kartikarini, dan Maudy Mishfanny sebagai\u00a0 Tim Sosialisasi Program Penilaian Buku Pendidikan Agama (PBPA) Puslitbang Lektur Khazanah Keagamaan Kemenag RI.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sedangkan pesertanya 20 orang antara terdiri atas perwakilan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI)&nbsp;<a href=\"https:\/\/aceh.tribunnews.com\/tag\/aceh\">Aceh<\/a>, penulis, dan&nbsp; dosen.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Informasi ini sebagaimana disampaikan Ketua Yayasan Penerbit Muhammad Zaini (YPMZ) Pidie, Nanda Saputra MPd, kepada Serambinews.com di Sigli, Pidie, Rabu (15\/5\/2024).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nanda Saputra mengatakan dalam pertemuan itu terungkap banyak buku ajar di sekolah atau madrasah terutama, terutama buka Agama Islam, isinya malah bertentangan dengan konteks agama Islam.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya mengandung unsur radikalisme, pornografi, dan ujaran kebencian terhadap kelompok lain. Oleh karena itu, perlu dilakukan penilaian dan\u00a0<a href=\"https:\/\/aceh.tribunnews.com\/tag\/tanda-layak\">tanda\u00a0layak<\/a>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketua tim Sosialisasi PBPA Puslitbang Lektur Kemenag RI, Endang Kartikarini, mengatakan kegiatan ini bertujuan\u00a0 melakukan uji publik sekaligus sosialisasi terkait penilaian buku pendidikan agama.\u00a0Kemudian nantinya ada perubahan berdasarkan evaluasi dari stakeholders.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Diharapkan ke depan seluruh madrasah dan sekolah wajib memakai buku agama yang sudah bertanda layak dari Kementerian Agama,&#8221; jelas Endang.&nbsp;<strong>(*)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>Penulis: Idris Ismail | Editor: Mursal Ismail<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber: <a href=\"https:\/\/aceh.tribunnews.com\/2024\/05\/15\/puslitbang-lektur-khazanahkemenag-ri-sosialisasi-tanda-layak-buku-agama-madrasah-di-aceh#google_vignette\">https:\/\/aceh.tribunnews.com\/2024\/05\/15\/puslitbang-lektur-khazanahkemenag-ri-sosialisasi-tanda-layak-buku-agama-madrasah-di-aceh#google_vignette<\/a> <\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perkembangan media sosial dan jejaring sosial dalam kehidupan sekarang tidak dapat terelakan, semuanya serba digital bahkan saat proses belajar dan mengajar sekalipun barang tentu tak jarang diantara kita memanfaatkannya. Baik untuk kepentingan pribadi ataupun umum dimana dalam menjelaskan secara detail materi pendidikan yang dibagikan. Salah satu bentuk media sosial yang akrab dijadikan sebagai penyebaran ialah [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":3,"featured_media":3349,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19,16,1],"tags":[79,83,82],"class_list":["post-3218","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-edukasi","category-lainnya","tag-dosen","tag-berita","tag-youtube"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dklpt.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3218","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dklpt.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dklpt.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dklpt.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dklpt.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3218"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/dklpt.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3218\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3351,"href":"https:\/\/dklpt.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3218\/revisions\/3351"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dklpt.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3349"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dklpt.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3218"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dklpt.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3218"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dklpt.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3218"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}